skip to main | skip to sidebar

Pages

  • Home

Rini Gadjo pung Web

Info Resep, Cerita Kehidupan, AlumniKu dan HobiKu
Showing posts with label Humor. Show all posts
Showing posts with label Humor. Show all posts

HARI KETIGA BANGKIT

| Publish by Rini Gadjo

Cerita ini aku dapat ketika merayakan Misa Paskah 2010 yang menceritakan cerita ini adalah P. Julius Yasinto SVD , Rektor Unika Widya Mandira Kupang.

Ada seorang pastor sebut saja namanya Pator Siak, terkenal sekali dengan sifat suka marahnya.

:ayokona:Ada saja hal yang bisa menyebabkan pastor ini marah setiap hari. Mulai dari umat datang terlambat ke gereja, anak-anak yang ribut yang saat misa berlangsung, nyanyian koor yang jelek suaranya, petugas pembaca Kitab Suci yang salah mengutip bacaan, sampai umat yang terlambat membalas sapaan-sapaan rutin ketika misa sedang berlangsung.

:scream:Seorang Koster yang membantu di paroki tersebut selalu menjadi sasaran kemarahannya setiap hari. Amarah, hardikan, bentakan sudah menjadi kebiasaan yang terjadi setiap hari dan harus dihadapi Bapak Koster ini. Kita sebut saja nama koster ini Bapak Goris.

Suatu hari Pastor Siak harus mengikuti kegiatan Retret para pastor dan acara ini berlangsung sekitar 2 mingguan. Selama Retret berlangsung Pastor Siak mulai menyadari kesalahannya bahwa sifat marahnya sangat merugikan diri sendiri dan orang lain yang ada di sekitarnya.

Pastor tersebut menyadari bahwa dia menjadi jauh dengan umatnya, bahkan koster gerejanya sendiripun takut untuk bersikap dan bicara kepadanya. Selanjutnya dengan bantuan pembimbing retret tersebut Pastor Siak berjanji untuk menghilangkan sifat marahnya tersebut.

Setelah pulang dari kegiatan Retret tersebut Pator Siak kemudian membuat daftar semua sifat jelek yang ingin dia hilangkan dan bersama dengan Bapak Goris mereka kemudian menguburkan kertas tersebut.
Secara simbolis dibuatlah sebuah kuburan kecil dan dipasang sebuah tulisan diatasnya "Disini berbaring dengan tenang sifat marah Pastor Siak". Kemudian mereka pulang ke paroki dan melanjutkan tugas masing-masing seperti biasanya.

Hari pertama dan kedua setelah penguburan tersebut keadaan berlangsung begitu damai. Tidak ada teriakan dan kemarahan yang terdengar lagi. Pada hari ketiga, Bapak Goris terlambat bangun dan akhirnya terlambat membuka pintu gereja. Pastor Siak dengan mukanya yang begitu marah kemudian meluapkan segala kekesalannya dengan berbagai cara. Pastor Siak lupa dengan janjinya.

Bapak Goris dengan sedih kemudian menuju ke kuburan tersebut dan selanjutnya menambah sebuah tulisan dibawah tulisan pertama " Dan pada hari ketiga... dia bangkit kembali".gelakgulinggelakguling

Labels: Humor 0 Komentar

Siapa Paling Kaya

| Publish by Rini Gadjo

Ada 3 orang ibu-ibu lagi duduk-duduk cari kutu di pinggir rumah mereka. Seorang ibu sebut saja namanya Beth mulai bercerita bilang "suami beta (saya) kaya sekali, setiap hari ketong (kita) makan nayam (nasi ayam)." Ibu Ina sonde (tidak) mau kalah lalu menimpali "Suami beta juga cukup kaya, ketong setiap hari di rumah makannya nasgor (nasi goreng). Ibu Lina hanya diam saja dan merasa sedikit iri. Maklumlah, dibandingkan kedua ibu yang pertama kondisi hidupnya paling memprihatinkan. Ibu Beth kemudian bertanya sama Ibu Lina "Kalau lu (kamu) kermana? Besong (kalian) makan apa sa (saja) setiap hari di rumah?? Ketong maklum pasti hanya tahu tempe sa..hehe." Ibu Lina su (sudah) pasrah sa lalu menjawab " kalo ketong di rumah setiap hari hanya makan tolo (ternyata singkatan dari Tomat-Lombok) saja terus ... sampe be (beta) pung (punya) uti (ulu hati) ni sakiiiit sekali... hehehe.... Dua ibu yang lain hanya melongo saja sambil ketawa kecut.

Baca juga : Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti, Myanmar pintu gerbang untuk perdagangan hewan langka

Labels: Humor 0 Komentar
Older Posts »
Subscribe to: Comments (Atom)
Powered by Blogger.


free counters

Arsip Cerita Beta

Beta Pung Tema

  • Asian Brain
  • Humor
  • Keluarga
  • Kue
  • Lingkungan
  • Syuradikara
Copyright (c) 2010 Rini Gadjo pung Web.